Pesan dari GMAIL

Pas liat pesan, eh ternyata ada beberapa spam yang masuk di gmail, pas dibuka ternyata isinya semacam sebuah motivasi gitu, nih saya share kepada anda. barangkali saja bisa sebagai bahan renungan.

 

Harga Sebuah Prestise

“Saya memiliki cukup banyak sahabat senior yang berusia dalam rentang 60 – 75 tahun. Sebagian besar kehidupan mereka saat ini cukup memprihatinkan. Mereka tidak memiliki aktifitas yang menggembirakan dan menceriakan suasana hati, mereka hidup dalam rumah yang reot dan tidak layak huni, dan beberapa bahkan tidak memiliki rumah sama sekali. Sebagian besar dari mereka sekarang hidupnya bergantung pada belas kasih orang lain, sanak keluarga dan kerabat dekat.
Mereka menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang akan mereka makan nanti siang, karena persediaan makanan sudah tidak ada. Mereka terseok-seok melarat dan sengsara dalam menyusuri perjalanan kehidupan yang sesungguhnya sangat indah ini.
Keadaan mereka sekarang sangat berbeda dengan kehidupan saat mereka masih bekerja. Mereka tinggal di rumah mewah di daerah elit, dan memiliki beberapa mobil keluaran terbaru. Mereka mampu membeli makanan apa saja dan di resto mana saja. Mereka sering keluar masuk cafe  dan coffee shop ternama di mall terkemuka. Mereka mengenakan pakaian trendy dan bersabukkan branded item, dan menenteng tas LV teranyar. Intinya mereka mampu membeli segalanya dan menikmati seluruh kenikmatan yang disajikan dunia. Namun sayangnya hanya terjadi kala itu, dalam sepenggal waktu saja.
Saya sungguh prihatin dengan keadaan mereka, dan menyesalkan kehidupan serba terbalik. Bukankah semestinya bahagia dan indah di akhir cerita atau ”Happy Ending“?
Saya menganalisa dan menyimpulkan peristiwa mengenaskan yang terjadi pada sahabat senior saya, disebabkan karena perilaku dan tata cara menjalani hidup yang kurang bijaksana. Mereka menghabiskan dan menghamburkan segala penerimaan mereka saat produktif, dan bahkan meminjam penerimaan masa depan mereka dengan berhutang untuk membeli barang-barang konsumtif. Alasan yang umum mereka kemukakan adalah demi penghargaan dari orang lain atau sebuah prestise (gengsi).
Mereka menyandarkan hidup mereka pada apa yang orang lain pikirkan tentang diri mereka. Mereka hidup dengan standard orang lain, tergantung pikiran dan perkataan orang lain. Mereka haus akan penghargaan dan pujian orang lain, akan apa yang mereka miliki dan kenakan di luar. Hidup mereka tergantung pada benda dari luar yang menempel pada diri mereka.
Sesungguhnya saya dapat mengatakan, bahwa orang lain tidak peduli pada masa depan dan hidup Anda. Sesungguhnya orang lain lebih menghargai apa yang keluar dari pikiran, mulut dan tindakan Anda, dan bukan apa yang menempel di luar.
So, hiduplah dengan standard diri Anda sendiri, dengan bijaksana dan sederhana. Manfaatkanlah segala penerimaan hari ini untuk kebutuhan masa depan dan hidup hari ini. Sisihkanlah setiap penerimaan atau pendapatan untuk membayar biaya hidup masa depan minimal 20%, dan sisanya silahkan habiskan.
Lakukan sekarang juga, bila tidak Anda akan membayar mahal di masa depan, atas sebuah prestise sesaat di masa sekarang.


Salam,

Freddy Pieloor – AturKeuangan.com

 

sumber: gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s