Golongan Bahan Galian

Bahan galian merupakan mineral asli dalam bentuk aslinya, yang dapat ditambang untuk keperluan manusia. Mineral-mineral dapat terbentuk menurut berbagai macam proses, seperti kristalisasi magma, pengendapan dari gas dan uap, pengendapan kimiawi dan organik dari larutan pelapukan, metamorfisme, presipitasi dan evaporasi, dan sebagainya (Katili, R.J. 1966).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 tahun 1980, bahan galian dibagi menjadi tiga golongan. Penggolongan bahan-bahan galian didasari pada :

1.Nilai strategis/ekonomis bahan galian terhadap Negara

2.Terdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam

3.Penggunaan bahan galian bagi industri

4.Pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat banyak

5.Pemberian kesempatan pengembangan pengusaha

6.Penyebaran pembangunan di Daerah

Bahan-bahan galian tersebut digolongkan sebagai berikut :

A.GOLONGAN BAHAN GALIAN YANG STRATEGIS

Bahan galian Strategis berarti strategis untuk Pertahanan dan Keamanan serta Perekonomian Negara. Golongan ini terdiri dari :

Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam.

Bitumen padat, aspal.

Antrasit, batubara, batubara muda.

Uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya.

Nikel, kobalt.

Timah.

1.Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan suatu material organik dan secara kimia dikenal dua macam yaitu deretan parafin dan deretan naphtene. Pada umumnya terdapat pada sedimen-sedimen yang tebal dan tidak pernah atau jarang sekali ditemukan pada batuan metamorf atau batuan beku. Di Indonesia, endapan-endapan geosinklin pada zaman tersier banyak mengandung minyak bumi karena kondisinya yang baik. Lapisan yang mengandung minyak bumi biasanya batuan berpori seperti batupasir ataupun batugamping.

Hasil olahan dari minyak bumi sangat diperlukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kebanyakan sebagai bahan bakar. Hasil olahannya tersebut seperti bensin, solar dan lain-lain.

2.Batubara

Batubara adalah termasuk salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Batubara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti : C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

Hampir seluruh pembentuk batubara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batubara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batubara dari perioda ini.

Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batubara dari perioda ini.

Pteridofita, umur Devon Atas hingga KArbon Atas. Materi utama pembentuk batubara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.

Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batubara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.

Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

Potensi sumberdaya batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.

Di Indonesia, batubara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batubara jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batubara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).

Dari segi kuantitas batubara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya, Indonesia tidak mungkin membakar habis batubara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.

Batubara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batubara.

Membakar batubara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.

Penambangan bahan galian strategis ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Metode penambangan yang digunakan adalah open pit mining atau penambangan terbuka dengan alas an keberadaan endapan batubara yang tidak membutuhkan penambangan hingga bawah permukaan yang dalam, selain faktor efisiensi biaya produksi.

Adapun perusahaan yang mengeksploitasi batu bara di Indonesia antara lain yaitu PT Arutmin Indonesia penambangan di Kalimantan Selatan, PT Berau Coal penambangan di Kalimantan Timur, PT Kaltim Primacoal penambangan di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, dan beberapa perusahaan lainnya.

3.Uranium dan Thorium

Endapan-endapan mineral radioaktif seperti uranium dan thorium terdapat dalam bentuk primer seperti pegmatit dan bijih, serta bentuk sekunder seperti endapan sedimen. Batuan pegmatit adalah batuan berbutir kasar yang terbentuk pada fase terakhir dari pendinginan batuan plutonik. Batuan pegmatit biasanya mengandung kuarsa dan feldspar. Mineral radioaktif biasanya dalam bentuk lensa atau kantung.

Di Indonesia, belum ditemukan endapan-endapan uranium yang berharga karena kurangnya penyelidikan geologi yang dilakukan ke arah tersebut. Mineral radioaktif yang telah ditemukan yaitu monazit dan xenotim yang biasanya mengandung unsur thorium. Mineral tersebut ditemukan dalam endapan alluvial, bersama dengan bijih timah di Bangka, Belitung, pulau Berhala dan pulau-pulau timah lainnya.

Deskripsi dari logam thorium yaitu sebagai sumber energi nuklir. Sebagian besar panas di bagian internal bumi merupakan hasil dari thorium dan uranium. Thorium murni berwarna putih keperakan yang stabil dari udara dan retains its luster untuk beberapa bulan. Jika terkontaminasi dengan oksida, perlahan menyublim di udaraberubah warna menjadi abu-abu hingga akhirnya hitam, memiliki titik leleh 3300oC yang juga merupakan suhu tertinggi dibandingkan oksida lainnya.

Perlahan juga terubah oleh air tetapi tidak langsung larut pada kondisi asam, kecuali hidroklorik. Bubuk logam thorium umumnya pyrophoric dan disimpan dengan sangat hati-hati.ketika dipanaskan dalam air berubah menjadi ignite dan terbakar menghasilkan warna putih menyala.

4.Nikel

Unsur nikel berhubungan dengan batuan basa yang disebut norit. Nikel ditemukan dalam mineral pentlandit, dalam bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran kecil bersama pyrhotin dan kalkopirit. Nikel biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di atas batuan basa.

Di indonesia, tempat ditemukan nikel adalah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara. Nikel yang dijumpai berhubungan erat dengan batuan peridotit. Logam yang tidak ditemukan dalam peridotit itu sendiri, melainkan sebagai hasil lapukan dari batuan tersebut. Mineral nikelnya adalah garnerit.

5.Kobalt

Deskripsi fisik yang ditunjukkan kobalt adalah bersifat brittle, keras, dan merupakan transisi logam dengan magnet. Kobalt juga terdapat dalam meteorit. Endapan mineralnya dijumpai di Zaire, Morocco dan Canada. Cobalt-60 (60Co) dapat membentuk isotop buatan dengan tembakan sinar gamma (energy radiasi tinggi). Garam kobalt salts berwarna biru gelap dan seperti gelas atau bening.

Banyak digunakan dalam industri. Digunakan juga untuk bahan dasar perasa makanan yang mengandung vitamin B12 dalam kadar yang tinggi.

6.Timah

Bijih timah biasanya terdapat dalam bentuk kassiterit atau oksida timah. Sumber timah di Bangka terdapat pada batuan granit yang berumur yura. Bijih primer terdiri dari urat kassiterit dan kuarsa kassiterit.

Dikarenakan pelapukan dan konsentrasi alluvial maka kassiterit dalam endapan primer menjadi memekat sebagai lapisan berbentuk dendrit. Dua per tiga hasil timah dunia berasal dari endapan alluvial. Salah satu kegunaan timah yaitu sebagai alloy dalam pembuatan baja.

Deskripsi dari mineral logam ini yaitu putih keperakan, malleable, beberapa ductile dan berstruktur sangat kristalin. Memiliki dua bentuk allotropic. Pada suhu hangat menjadi abu-abu atau timah- α dengan struktur kubikal dan pada suhu 13,2°C atau timah-β yaitu bentuk umum logam timah. Perubahannya juga dipengaruhi oleh pengotor aluminium dan seng, dapat dicegah dengan memberikan tambahan antimony atau bismuth.

Timah tahan terhadap distilasi, air laut, dan air minum. Akan tetapi dapat terpengaruh asam kuat, mineral alkali, dan garam dari mineral asam, oksigen terlarut juga mempercepat perusakan. Ketika dipanaskan membentuk SnO2. Digunakan untuk campuran lembaran baja sebagai kaleng timah.

Di Indonesia, penambangan timah yang terkenal dijalankan oleh PT Timah yang berlokasi di BangkaBelitung. Dilakukan dengan open mining pit atau penambangan terbuka.

B.GOLONGAN BAHAN GALIAN YANG VITAL

Bahan galian Vital berarti dapat menjamin hajat hidup orang banyak. Golongan ini terdiri dari :

Besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan.

Bauksit, tembaga, timbal, seng.

Emas, platina, perak, air raksa, intan.

Arsen, antimon, bismut.

Yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya.

Berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa.

Kriolit, fluorpar, barit.

Yodium, brom, khlor, belerang.

1.Besi

Besi merupakan komponen kerak bumi yang persentasenya sekitar 5%. Besi atau ferrum tergolong unsur logam dengan symbol Fe. Bentuk murninya berwarna gelap, abu-abu keperakan dengan kilap logam. Logam ini sangat mudah bereaksi dan mudah teroksidasi membentuk karat. Sifat magnetism besi sangat kuat, dan sifat dalamnya malleable atau dapat ditempa. Tingkat kekerasan 4-5 dengan berat jenis 7,3-7,8.

Besi oksida pada tanah dan batuan menunjukkan warna merah, jingga, hingga kekuningan. Besi bersama dengan nikel merupakan alloy pada inti bumi/ inner core. Bijih besi utama terdiri dari hematit (Fe2O3). dan magnetit (Fe3O4). Deposit hematit dalam lingkungan sedimentasi seringkali berupa formasi banded iron (BIFs) yang merupakan variasi lapisan chert, kuarsa, hematit, dan magnetit. Proses pembentukan dari presipitasi unsur besi dari laut dangkal. Taconite adalah bijih besi silika yang merupakan deposit bijih tingkat rendah. Terdapat dan ditambang di United States, Kanada, dan China.

Bentuk native jarang dijumpai, dan biasanya terdapat pada proses ekstraterestrial, yaitu meteorit yang menabrak kulit bumi. Semua besi yang terdapat di alam sebenarnya merupakan alloy besi dan nikel yang bersenyawa dalam rasio persentase tertentu, dari 6% nikel hingga 75% nikel. Unsur ini berasosiasi dengan olivine dan piroksen.

Penggunaan logam besi dapat dikatakan merupakan logam utama. Dalam kehidupan seharti-hari, besi dimanfaatkan untuk:

Bahan pembuatan baja

Alloy dengan logam lain seperti tungsten, mangan, nikel, vanadium, dan kromium untuk menguatkan atau mengeraskan campuran.

Keperluan metalurgi dan magnet

Katalis dalam kegiatan industri

Besi radiokatif (iron 59) digunakan di bidang medis, biokimia, dan metalurgi.

Pewarna, plastik, tinta, kosmetik, dan sebagainya.

2.Mangan

Mangan merupakan mineral berwarna putih – abu-abu, seperti besi tapi lebih keras dan sangat rapuh. Biasanya digunakan dalam campuran baja untuk meningkatkan karakteristik campuran tersebut, seperti kekerasan. Mineral mangan juga digunakan untuk mewarnai gelas menjadi berwarna merah amethyst.

Deposit bijih mangan tersebar secara luas pada dasar lapisan batugamping, dalam volcanic tuff, berksi dan sebagainya. Deposit mangan biasanya sangat kecil. Di samping dua lokasi di jawa barat dan jawa tengah, Karangunggal di selatan Tasikmalaya dan Kliripan di barat Pegunungan Progo, ada kemungkinan deposit mangan berada pada lembah batugamping di pegunungan selatan dan kemungkinan di seluruh kepulauan yang memiliki kondisi geologi yang sama dengan selatan jawa. Eksplorasi bijih mangan hanya dapat dilakukan di selatan jawa dan kalimantan bagian tenggara.

Kebanyakan urat emas-perak muda di sumatera dan jawa mengandung mineral mangan, yang kadang terkonsentrasi pada zona oksidasi seperti pada sungai Pagu di sumatera.

3.Molibden

Molibdenum (MoS2, molybdenum sulfides) adalah tambang mineral utama dari molibden. Jarang ditemukan dalam bentuk Kristal, tetapi biasanya ditemukan sebagai foliated masses. Hal ini berarti mineral berbentuk lapisan seperti mika. Tingkat kekerasan 1, kilap logam dengan warna coklat, terkadang salah mengenalinya sebagai timah hitam. Molibden terbentuk pada lingkungan dengan temperatur yang tinggi seperti pada batuan beku. Beberapa molibden terbentuk ketika batuan beku mengalami kontak dengan batuan metamorf atau saat fase perubahan pada batuan.

Molibden juga ditemukan pada mineral wulfenite (Pb(MoO4). Wulfenite memiliki warna orange terang, merah dan kuning Kristal. Dapat berbentuk blok atau tipis (tranparan).

Kegunaan utama dari molibden yaitu untuk pembuatan peralatan baja. Molibden juga merupakan material yang penting dalam industri kimia. Molibden digunakan pula sebagai katalis, bahan cat, anti korosi, rokok. Sebagai logam yang bersih, molybden digunakan karena tingginya suhu saat pencairan yang tinggi (4,730 F) sebagai serabut dalam lampu bolam.

Di USA, penghasil molibden yaitu di Colorado, New Mexico, dan Idaho. Tambang lain berada di Arizona, Montana, and Utah. Sumber terbesar molibden di USA yaitu di Climax, Colorado yaitu sekitar 5,5 m3 ton. Selain itu molibden juga banyak terdapat diberbagai Negara didunia seperti Canada, China, Chile, Mexico, Peru, Russia dan Mongolia. Jumlahnya diperkirakan mencapai 12 m3 ton.

4.Khrom

Khrom merupakan elemen logam yang keras berwarna kebiruan dengan nomor atom 24 dan symbol kimia Cr. Memiliki kekerasan 4 dan berat jenis 7,21. Bentuk elemen jarang ditemukan di alam dan jarang digunakan sebagai mineral bijih. Unsur ini lebih dikenal sebagai trace element yang keberadaannya kadang memberikan warna yang berbeda pada mineral lain. Misalnya, khrom memberi warna merah pada ruby dan warna hijau pada emerald.

Di alam, terdapat mineral khrom yaitu kromit (FeCr2O4, ferrous chromic oxide) yang terbentuk pada lingkungan batuan beku. Asosiasi mineral dengan intan, spinel, tembaga, dan besi. Mineral lain adalah crocoite (PbCrO4, lead chromate), yang dikenal dengan “timbal merah” karena warna merah-jingga yang indah pada kristalnya. Di Udachnaya, Rusia terdapat kimberlit kaya intan yang pada lingkungan tersebut dapat menghasilkan elemen khromium dan intan.

Tambang khromit dunia diperkirakan mencapai 11 miliar ton, yang tersebar di Afrika bagian selatan, India, Kazakhstan, Turki. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan dunia. Penggunaan khrom dalam kehidupan diantaranya:

Alloy dengan besi yaitu Ferchromide; Cr3Fe0.4 dan chromferide; Fe3Cr0.4

Alloy kromium dengan baja membuat suatu alloy yang keras dan resisten terhadap korosi, yaitu untuk bahan stainless steel.

Bahan kimia yang mengandung khrom digunakan dalam proses tanning kulit.

Pigmen warna kuning dalam industry tekstil.

5.Wolfram

Wolfram atau disebut pula tungsten merupakan unsur logam dengan nomor atom 74 dan symbol atom W. unsure logam ini tergolong stabil dan resisten terhadap asam maupun basa. Titik lelehnya snagat tinggi yaitu 3422 C, atau tertinggi kedua setelah karbon. Mineral utama dari tungsten adalah wolframit.

Wolframit (Fe,Mn)WO4 atau besi-mangan tungstat merupakan pertengahan dari ferberit (kaya Fe) dengan huebernit(kaya Mn). Wolframit biasanya terdapat pada urat kuarsa dan pegmatit yang berasosiasi dengan granit intrusif. Sering berasosiasi dengan cassiterite, scheelite, bismuth, kuarsa, pirit, galena, sfalerit, dan arsenopirit. Mineral lain yang mengandung tungsten adalah scheelite CaWO4.

Cadangan tungsten dunia terdapat di China, Kanada, dan Rusia. Campuran tungsten dan karbon adalah material yang sangat kuat dan resisten, disebut tungsten carbide. Digunakan untuk peralatan pemotong, metal, pemboran, dan konstruksi. Filament lampu terbuat dari tungsten karena titik leleh sangat tinggi. Jika dicampur dengan baja, menjadi super alloy yang sangat kuat untuk bahan mesin turbin untuk generator dan mesin jet.

6.Vanadium

Vanadium memiliki nomor atom 23 dan symbol kimia V. sifat fisiknya termasuk unsur logam yang lunak, berwarna abu-abu keperakan atau merah tua. Vanadinit merupakan mineral pengandungnya, yaitu campuran dari vanadium dan timbal. Vanadium merupakan trace elements yang sering terdapat pada deposit magnetit yang juga berasosiasi dengan titanium. Juga ditemukan dalam bijih bauksit, batuan dengan konsentrasi fosforik atau batupasir dengan kandungan uranium tinggi. Vanadium juga terdapat pada deposit kaya karbon seperti batubara, oil shale, minyak mentah, atau tar pasir.

Perkiraan cadangan vanadium dunia sekitar 63 juta ton, tersebar di Rusia, USA, Kanada, China, Ceko, Afsel, dan negara lain. Vanadium digunakan sebagai logam alloy dengan baja untuk bahan pembuat peralatan dan tujuan konstruksi. Ferrovanadium digunakan untuk peralatan militer dan kendaraan, atau bagian dari mesin mobil yang harus sangat kuat. Di bidang industri, vanadium pentoksida digunakan untuk gelas dan keramik, serta katalis kimia. Sekarang ini, ilmuwan telah menemukan campuran vanadium dan gallium untuk membuat magnet superkonduktif.

7.Titanium

Titanium memiliki nomor atom 22 dan symbol Ti, merupakan golongan metalloid dengan sifat keras, berwarna abu-abu keperakan. Selain di kerak bumi, juga ditemukan di meteorit dan bulan. Unsur ini sangat tahan korosi, titik leleh tinggi, dan ringan. Kekuatannya sama dengan baja, namun 45% lebih ringan.

Pembentukan titanium sebagai unsur native berkaitan dengan lingkungan metamorfisme bertekanan tinggi dan hanya sebagai inklusi. Berasosiasi dengan garnet dan mineral yang terbentuk dalam lingkungan serupa lain. Mineral utama pengandung titanium adalah Ilmenite (FeTiO3) dan rutile (TiO2). Mineral lain adalah sphene, brookite, anatase, pyrophanite, osbornite, ecandrewsite, geikielite dan perovskite. Ilmenit dan rutil terdapat dalam lingkungan batuan beku dan deposit pasir.

Titanium ditambang di Australia, Brazil, Russia, Canada, Sri Lanka, Norway, China, South Africa, Thailand, India, Malaysia, Sierra Leone dan the United States. Penggunaan titanium adalah sebagai bahan pesawat terbang dan keperluan luar angkasa, alloy titanium, medis, batu permata buatan, perhiasan, dan kendaraan militer. TiO2 digunakan untuk pigmen warna putih dalam plastik, cat, tinta, keramik, kosmetik, kulit, dan sebagainya.

8.Bauksit

Bauksit merupakan bijih utama dari aluminium (99% bijih aluminium) yaitu unsur yang keberadaannya sangat melimpah di kerak bumi. Bauksit merupakan nama umum dari mineral-mineral yang mengandung aluminium oksida terhidrasi. Mineral tersebut adalah gibbsite (Al(OH)3), diaspor dan boehmit (AlO(OH)). Sifat fisik bauksit berwarna coklat kemerahan, putih, atau kekuningan. Kilap tanah atau suram seperti clay atau soil. Terbentuk ketika batuan mengandung silika dalam aluminium (kandungan tinggi feldspar, seperti granit, gneiss, basalt, syenit, dan shale) mengalami leaching pada daerah tropis-subtropis dengan pelapukan intensif dan drainase yang baik. Bauksit lateritik tadi berbeda dengan bauksit karbonatan yang terdapat di Eropa dan Jamaika. Terbentuk karena akumulasi residual dari lapisan lempungan yang terdisolusi pada batuan karbonat. Selain bauksit, aluminium dapat terkandung pada tanah kaolin, oil shale, mineral anorthosit, dan bahkan sisa batubara.

Tambang bauksit berupa surface mining. Pengolahan menjadi logam dilakukan dengan pelarutan oleh NaOH pada 150-200 C sehingga aluminate larut. Setelah disaring dari residu lumpur, gibbsite murni terbentuk saat pendinginan. Gibbsite berubah menjadi aluminium oksida oleh pemanasan. Saat meleleh pada 1000 c, ditambahkan kriolit untuk mereduksi menjadi logam aluminium.

Sumber bauksit terbesar adalah Australia (40% dunia), Brasil, Guinea, Jamaika, dan USA. Sekitar 85% bauksit ditambang untuk produksi logam aluminium. 10% untuk alumina yang digunakan untuk produk kimia, abrasive, dan refraksi produk. Sisanya untuk material komponen campuran. Logam aluminium digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Sebagai elemen ketiga terbesar di kerak bumi, keberadaannya tidak berbahaya bagi kehidupan.

9.Tembaga

Tembaga atau copper memiliki nama kimia cuprum atau disingkat Cu. Keterdapatan tembaga di alam sebagai native copper termasuk jarang. Sebagian besar berasosiasi dengan sulfur atau produk teroksidasi dari mineral tersebut. Deposit yang biasa ditambang merupakan mineral azurite (Cu3(CO3)2(OH)2), malachite (Cu2CO3(OH)2), tennantite ((Cu,Fe)12As4S13), chalcopyrite (CuFeS2), dan bornite (Cu5FeS4). Tembaga merupakan logam yang memiliki sifat fisik malleable dan ductile. Malleable bearti dapat ditempa dan dibentuk, sedang ductile berarti dapat dibentuk menjadi seperti kabel. Kondukrtivitas termal dan elektriknya sangat tinggi. Mineral dengan nodul kaya magnesium, tembaga, dan logam lain banya dihasilkan dari aktivitas volkanik laut dalam.

Sifat fisik tembaga ini memiliki warna kemerahan, dengan struktur banding. Pada kondisi liquid, memiliki kenampakan bercahaya kehijauan. Struktur electron dan posisi dalam table periodic mirip dengan logam emas dan perak. Tembaga tidak bereaksi dengan air, namun dapat teroksidasi pada suhu ruangan membentuk lapisan korosi coklat kehitaman.

Sumber tembaga dunia terdapat di USA, Australia, Kanada, Chile, Meksiko, Rusia, Peru, dan Indonesia. Penggunaannya dalam bentuk murni adalah sebagai kabel transmisi, perlengkapan elektronik, pipa dan tube, peralatan rumah tangga, serta pelapis nikel, krom, dan seng. Digunakan pula sebagai campuran/ alloy dengan seng (kuningan), tembaga dengan nikel (monel), tembaga dengan timah (perunggu).

10.Timbal

Timbal atau lead merupakan elemen dengan nomor atom 82. Sifat fisiknya relatif lunak, warna abu-abu kebiruan, kilap logam, mineral opak, termasuk unsur logam. Karena lunak, maka sering dijadikan campuran logam lain. Nama kimianya adalah plumbum atau Pb. Meski lunak, elemen ini termasuk berat/ densitas tinggi. Bentuk murni atau nativenya sangat jarang. Biasanya sebagai mineral, paling banyak sebagai timbal sulfida atau galena (PbS). Bentuk lain adalah anglesite PbSO4dan cerrusite PbCO3. Timbal larut dalam asam nitrit. Berasosiasi dengan mineral kalsit dan hematite. Elemen radioaktif seperti uranium dapat menjadi timbal sebagai unsur sisa. Sifatnya beracun bagi kehidupan dan organism.

Sebagian besar tambangnya adalah deposit galena, dan sedikit merupakan asosiasi pada tambang seng, dan tembaga-perak. Cadangan dunia sekitar 1,5 miliar ton tersebar di USA, Kanada, Meksiko, Australia, dan Peru. Penggunaan timbale adalah sebagai bahan untuk baterai pada alat transportasi, barang elektronik, amunisi, kaca televisi, konstruksi, foil, solder, lapisan pelindung Xray, dan bahan kimia.

11.Seng

Seng atau zinc adalah unsur logam dengan nomor atom 30 dan simbol kimia Zn. Sifat fisiknya berwarna abu-abu kebiruan dan kilap logam. Sifatnya rapuh pada temperatur normal, namun malleable pada 100-150C. Merupakan konduktor listrik yang baik. Perlu pelapis logam lain untuk menghindari pengaratan seng. Jika terbakar akan menimbulkan nyala merah dan awan putih oksida. Mineral seng yang signifikan adalah sphalerite (ZnS, zinc sulfide). smithsonite (ZnCO3, zinc carbonate), dan zincite (ZnO, zinc oxide).

Cadangan seng dunia diperkirakan 1,9 miliar ton tersebar di USA, Australia, Kanada, Meksiko,Peru, dan negara lain. Kegunaan seng yaitu pelapis baja dan alloy dengan tembaga membentuk kuningan, senyawa kimia dalam industri obat-obatan, karet, dan cat, dan dalam bidang elektronik digunakan untuk electroplating, sekering, anoda, baterai dry cell, dan sebagainya.

12.Emas

Emas merupakan elemen yang sangat dikenal sebagai logam mulia dan komoditas yang sangat berharga sepanjang sejarah manusia. Elemen ini memiliki nomor atom 79 dan nama kimia aurum atau Au. Sifat fisik unsur ini sangat stabil, tidak korosif ataupun lapuk dan jarang bersenyawa dengan unsure kimia lain. Konduktivitas elektrik dan termalnya sangat baik. Malleable sehingga dapat dibentuk dan juga bersifat ductile. Emas adalah logam yang paling tinggi densitasnya.

Emas termasuk golongan native element, dengan sedikit kandungan perak, tembaga, atau besi. Warnanya kuning keemasan dengan kekerasan 2,5-3 skala Mohs. Bentuk kristal isometric octahedron atau dodecahedron. Specific gravity 15,5-19,3 pada emas murni. Makin besar kandungan perak, makin berwarna keputih-putihan. Kenampakan fisik bijih emas hampir mirip dengan pirit, markasit, dan kalkopirit dilihat dari warnanya, namun dapat dibedakan dari sifatnya yang lunak, berat jenis tinggi, dan ceratnya yang keemasan.emas berasosiasi dengan kuarsa, pirit, arsenopirit, dan perak.

Emas terdapat di alam dalam dua tipe deposit. Pertama sebagai urat/ vein dalam batuan beku, kaya besi dan berasosiasi dengan urat kuarsa. Endapan lain adalah placer deposit, dimana emas dari batuan asal yang tererosi terangkut oleh aliran sungai dan terendapkan karena berat jenis yang tinggi. Selain itu, emas sering ditemukan dalam penambangan bijih perak dan tembaga.

Penambangan emas dilakukan besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia, diantaranya ditambang di Afsel, Autralia, USA, Meksiko, Brasil, Indonesia, dan negara lainnya. Penggunaan utama emas adalah untuk bahan baku perhiasan dan benda-benda seni. Selain itu, karena konduktif, emas penting dalam aplikasi elektronik. Kegunaan lain ada di bidang fotografi, pigment, dan pengobatan.

13.Platina

Platina atau platinum merupakan unsur berwarna putih – abu-abu. Biasanya berasosiasi dengan mineral lain emas, tembaga, nikel dan besi. Kebanyakan mengandung logam berat langka seperti iridium, osmium, rhodium dan palladium.

Platinum sangat langka dan sangat sedikit keberadaannya. Pegunungan Ural di Rusia menghasilkan platinum sebagai placer deposit. Di Indonesia, platinum hanya ditambang sebagai produk alluvial pertambangan emas Bengkalis (sumatera tengah), distrik Meulaboh (sumatera utara) dan distrik Banjarmasin (kalimantan selatan). Di Banjarmasin, keberadaan platinum bersamaan dengan emas dan intan pada deposit alluvial.

Platina digunakan sebagai perhiasan dan merupakan perhiasan yang langka sehingga memiliki nilai jual yang mahal. Dalam industri, platina diguanakan sebagai katalis. Juga digunakan sebagai peralatan laboratorium.

14.Perak

Perak mulai dikenal dan digunakan sejak Zaman kuno. Terbukti disebagian kecil asia orang memisahkan perak dari timah selama 3000 BC yang lalu, seperti emas yang seharga logam, keduanya dilihat dari keindahan dan kegunaannya. Perak memiliki nomor atom 47 dengan nama kimia Argentum dan symbol Ag. Kadang ditemukan di alam dalam bentuk native dan sebagai konstituen kecil dalam emas, timbal, seng, dan tembaga.

Sifat fisik dan kimia perak adalah berwarna terang-putih keperakan, kilap logam, kekerasan 2,5-3, dan berat jenis 9,6-12. Merupakan mineral opak dengan sifat ductile dan malleable. Perak adalah konduktor listrik yang sangat baik. Perak sangat resisten, tidak bereaksi dengan oksigen dan air, namun larut dalam asam sulfida dan nitrat.

Perak ditemukan dalam deposit bijih timbal, seng, dan tembaga. Bijih utama perak adalah argentit(Ag2S, silver sulfide). Beberapa Negara penghasil perak dunia adalah Australia, Mexico, Peru, Chile, dan Canada. Kegunaan perak adalah sebagai perhiasan, dekorasi, maupun benda seni. Perak nitrat dan perak bromide dighunakan di bidang fotografi. Sterling merupakan alloy perak dan tembaga. Kegunaan lain untuk perangkat elektronik, cermin, katalis kimia dalam etilen, baterai, solder, dan sebagainya.

15.Air Raksa

Air raksa atau merkuri adalah unsur logam dengan nomor atom 80 dan nama kimia hydrargyrum dengan symbol Hg. Pada suhu ruangan memiliki fasa liquid, berwarna keperakan dan berat jenisnya relative tinggi sekitar 13,6. Merkuri akan memadat pada suhu – 40 C.

Merkuri berasosiasi dengan mineral cinnabar. Merkuri dinamakan dari nama sebuah planet. Merkuri juga dikenal dengan nama populer air raksa, yang berasal dari bahasa yunani, hydros yang berarti air dan argyros yang berarti silver karena pembentukannya terjadi pada suhu kamar sebagai cairan.. Simbol merkuri adalah Hg yang diambil dari namanya yaitu hydrargyrum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s